PT Hisotex mengelola proses produksi polyester secara end-to-end, dari benang mentah hingga kain finishing. Berikut tahap produksi PT. Hisotex dalam pembuatan kain tekstil.

1
Yarn Sourcing (Pemilihan Benang)
Memilih filamen polyester pilihan yang berkualitas tinggi sesuai spesifikasi kebutuhan akhir.

2
False Twist (Pemuntiran Palsu)
Metode yang digunakan untuk memberikan tekstur pada benang filament terutama benang sintetis. Tekstur benang melalui pemuntiran palsu memiliki keunggulan benang menjadi lebih elastis & volume besar, serta tampilan yang mirip serat alami.

3
Twisting (Pemilinan Benang)
Proses memutar serat atau benang bersama – sama untuk membentuk benang yang lebih kuat dan elastis. Twisting meningkatkan kekuatan, elastisitas, tekstur dan pola benang.

4
Beaming (Penggulungan Beam)
Benang hasil twisting digulung dalam beam yang siap masuk ke mesin tenun. Proses ini dilakukan dengan presisi tinggi untuk menjamin kestabilan saat ditenun.

5
Drawing-In (Cucuk Anyam)
Benang disusun dan dimasukkan ke dalam sisir (reed) dan heddle sesuai dengan desain struktur kain. Ini adalah proses krusial untuk menentukan pola anyaman dan kepadatan.

6
Weaving (Tenun)
Mesin tenun memproses benang lusi dan pakan menjadi lembaran kain greige. Proses ini di lakukan dengan pengawasan ketat, demi menghasilkan kain yang presisi dan bebas cacat.

7
Pre Treatment (Proses Persiapan)
Proses penyempurnaan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada tekstil selama proses weaving.

8
Dyeing (Celup)
Proses pencelupan dan pewarnaan bahan tekstil.

9
Finishing & Inspection (Penyempurnaan & Pemeriksaan)
Serangkaian proses yang diterapkan pada kain setelah diproduksi untuk meningkatkan kualitas, tampilan dan fungsi kain. kemudian proses pengecapan dan pemberian motif jika dibutuhkan